Pages

Selasa, 28 Januari 2014

MIMISAN


Mimisan adalah keluarnya darah dari hidung yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah yang berada di dekat hidung. Pecahnya pembuluh darah tersebut dapat disebabkan karena posisi tubuh yang salah, berada di lingkungan panas, dan masih banyak lagi.

Mimisan sangat berbeda dengan lendir yang keluar saat Anda flu. Saat mimisan Anda tidak boleh melecit darah ke dalam hidung. Dan Anda juga tidak boleh berada di tempat yang suhunya tinggi.

Cara Mengatasi Mimisan
  • Dudukkan penderita mimisan, agar hidung lebih tinggi dari jantung. Jangan suruh tidur telentang sebab aliran darah ke hidung bertambah deras dan darah dapat tertelan ke belakang.
  • Bungkukkan badannya ke depan sedikit, lalu beri instruksi agar bernafas dari mulut.
  • Tekan cuping hidung selama kurang lebih lima menit.
  • Pada hidungnya bisa diberikan kompres dingin untuk memperlambat aliran darah ke hidung.
  • Bila setelah lima menit mimisan belum berhenti, tekan lagi cuping hidung selama 10 menit.
  • Bisa diberi daun sirih. Daun sirih adalah salah satu obat yang cukup mujarap untuk mimisan. Caranyapun juga cukup mudah hanya perlu menggulung beberapa helai daun sirih dan pasang pada lubang hidung yang mimisan.
  • Saat member daun sirih pada hidung usahakan mulut sedikit terbuka untuk bernafas.
  • Jika masih tetap berdarah, bawalah anak ke rumah sakit terdekat.
  • Jangan lupa, akan lebih baik setelah melakukan pertolongan pertama, segera konsultasikan kondisi ini pada dokter.

Minggu, 26 Januari 2014

Keracunan (Poisoned)


Racun adalah suatu zat yang bila masuk dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan dapat menimbulkan kematian.
Beberapa sumber yang dapat menyebabkan keracunan adalah:
a. Makan makanan/minuman yang telah tercemar oleh kuman/ zat kimia tertentu.
b. Salah minum yang biasanya terjadi pada anak-anak/orang tua yang sudah pikun misalnya obat kutu anjing disangka susu dan sebagainya.
c. Makan singkong yang mengandung kadar sianida tinggi.
d. Udara yang tercemar gas beracun.

Jalur masuknya racun dalam tubuh manusia
1. Melalui mulut/alat pencernaan.
a. Obat-obatan terutama obat tidur/penenang, biasanya dalam jumlah besar atau diminum dengan bahan lain sehingga terjadi reaksi keracunan
b. Makanan yang mengandung racun misalnya: singkong, jengkol, tempe bongkrek, oncom, makanan kaleng yang kadaluarsa.
c. Baygon, minyak tanah, zat pembunuh serangga lainnya.
d. Makanan atau minuman yang mengandung alkohol (bir, minuman keras)
e. Perhatikan sekitar penderita mungkin ditemukan petunjuk mengenai sebab keracunannya, misalnya botol obat, pembungkus, sisa makanan, sisa muntahan.

2. Melalui pernapasan.
a. Menghirup gas beracun/udara beracun (mis. gas mobil dalam kendaraan yang tertutup).
b. Kebocoran gas industri.

3. Melalui kulit atau absorbsi (kontak)
Zat kimia/tanaman beracun yang terpapar melalui permukaan kulit dan dapat meresap ke dalam kulit tersebut.
Keracunan ini dapat juga terjadi akibat tersentuh binatang yang memiliki racun pada kulit atau bagian tubuh lainnya.

4. Melalui suntikan atau gigitan
a. Gigitan / sengatan binatang berbisa (ular, kalajengking, dll.).
b. Gigitan binatang laut (ubur-abur, anemon, ketimun laut, gurita, tiram dll).
c. Obat suntik
Gejala dan tanda keracunan secara umum
Gejala dan tanda keracunan yang khas biasanya sesuai dengan jalur masuk racun ke dalam tubuh.
Bila masuk melalui saluran pencernaan, maka gangguan utama akan terjadi pada saluran pencernaan.

Bila masuk melalui jalan napas maka yang terganggu adalah pernapasannya dan bila melalui kulit akan terjadi reaksi setempat lebih dahulu. Gejala lanjutan yang terjadi biasanya sesuai dengan sifat zat racun tersebut terhadap tubuh.
Gejala dan tanda keracunan umum :
a. Riwayat yang berhubungan dengan proses keracunan
b. Penurunan respon
c. Gangguan pernapasan
d. Nyeri kepala, pusing, gangguan penglihatan
e. Mual, muntah, diare
f. Lemas, lumpuh, kesemutan
g. Pucat atau sianosis
h. Kejang-kejang
i. Gangguan pada kulit
j. Bekas suntikan, gigitan, tusukan
k. Syok
Penanganan darurat yang bisa diberikan kepada korban keracunan antara lain:

1. Kurangi kadar racun yang masih ada di dalam lambung dengan memberi korban minum air putih atau susu sesegera mungkin. Jangan beri jus buah atau asam cuka untuk menetralkan racun.

2. Usahakan untuk mengeluarkan racun dengan merangsang korban untuk muntah.

3. Usahakan korban untuk muntah dengan wajah menghadap ke bawah dengan kepala menunduk lebih rendah dari badannya agar tak tersedak.

4. Bawa segera ke ruang gawat darurat rumah sakit terdeka

Sabtu, 25 Januari 2014

P3k Pada Luka Bakar


Luka  bakar bisa terjadi karena terkena uap yang sangat panas, tersiram air,
Lalu bisa juga dari sengatan listrik, zat kimia dan sampai terbakar oleh api. Bicara tentang luka bakar berhubungan dengan kulit kita yang terdiri dari lapisan besar yaitu epidermis, dermis dan paling bawah hypodermis dan lapisan itu yang menentukan luka bakar itu termasuk ringan atau berat.

  • Pertolongan pada luka bakar ringan. Luka bakar ringan terjadi pada kulit bagian epidermis saja. Cirri-cirinya : warna kulit berubah menjadi kemerahan karena peradangan, tidak ada luka terbuka atau gelembung pada kulit. Cara penanganannya sangan simple yaitu dengan mengguyur dengan air yang mengalir 5-10 menit untuk meringankan rasa nyeri yang terjadi. Setelah itu kompres dengan  handuk basah dan jangan menggunakan air dingin atau es karena dapat membuat kulit tambah mengkerut. Lalu setelah nyeri ringan boleh diberi salep kusus luka bakar. Jangan mengolesi luka dengan odol atau margarine seperti kebanyakan orang lain lakuakan. Untuk proses penyembuhan yaitu meningkatkan daya regenerasi kulit baru dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi protein.

  • Pertolongan pertama pada luka sedang.Luka sedang mengenai bagian dermis. Cirinya seperti luka ringan namun ada gelembung pada kulit atau kulit melepuh. Dan pada bagian itu mudah sekali terinfeksi kuman. Pertolongannya pertamanya seperti luka ringan yaitu disiram air panas tapi selanjutnya harus segera dibawa kedokter.
  • Pertolongan pada luka bakar berat. Luka bakar berat terjadi pada lapisan kulit paling bawah yaitu hypodermis. Tanda-tandanya tidak hanya peradangan , melepuh, tapi juga terdapat kulit yang terbuka. Pertolongannya jangan diberi apapun dan melakukan apapun pada luka bakar tersebut tapi langsung secepatnya dibawa ke UGD.  


Pertolongan Pada Penderita Asma



Disini saya tak perlu lah menjelaskan Asma itu apa. Pasti kalian semua udah tahu apa apalagi yana lagi menderita asma nieh pasti tau banget. 

Nah bagi kamu nieh para penolong sejati.. kalo loe nemu orang yang lagi asma mesti bingung kan ?
So ikuti cara berikut ini nieh tanpa obat

1. Pada saat anda menemui orang yang terkena serangan asma hendaknya cari tempat yang nyaman.

2. Usahakan posisi penderita dalam keadaan setengah duduk dengan pundak bersandar pada bantal atau tembok atau sesuatu yang dapat nyaman untuk disandari. Jangan sekali-kali memposisikan tidur karena akan makin mempersulit penderita untuk bernafas.

3. oh ya sebelumnya ingan . penolong jangan panic !. ajak juga penderita ngobrol setelah agak mereda, hal itu dapat membantu proses pemulihan penderita.

4. Pijit daerah syaraf paru-paru yang terletak diatas jempol kaki (tepat antara jempol dan jari telunjuk kaki) secara perlahan-lahan.

5. Beri Penderita minum air hangat setelah mulai pulih itu kan membantu menghangatkan penderita dan membuat lebih enak dalam bernafas.

6. apabila usaha diatas telah dilakukan selama 15 menit namun belum ada kemajuan, segeralah bawa penderita ke dokter setempat.

Penanganan Penderita Hipotermia (brbrbr)


Hipotermia adalah keadaan tubuh (manusia) yang tidak mampu lagi mempertahankan panas tubuhnya hingga pada stadium lanjut bisa kehilangan seluruh panas tubuh yang dapat mengakibatkan kematian. Hipotermia, atau lebih populer diantara kami sebagai penyakit "hip-hop" (karena badan yang terus bergetar karena kedinginan), merupakan salah satu penyakit yang bisa membunuh dalam perjalanan pendakian gunung. Karenanya mempersiapkan diri dengan baik perlu sebelum anda melakukan perjalanan. Gejala-gejala yang timbul saat terjadi kedinginan biasanya ditandai dengan

1.
menggigil kedinginan dan gigi gemeretakan
2. merasa sangat
letih dan mengantuk yang sangat luar biasa
3.
pandangan mulai menjadi kabur
4. kesigapan mental dan fisik menjadi
lamban.
5.
gerakan tubuh menjadi tidak terkoordinasi, berjalan sempoyongan dan tersandung-sandung.
6. pikiran menjadi kacau,
bingung, dan pembicaraannya mulai ngacau (meracau).
7.
kulit tubuh terasa sangat dingin bila disentuh, nafas menjadi pendek dan lamban.
8.
denyut nadi pun menjadi lamban, seringkali menjadi kram bahkan akhirnya pingsan.


Dalam mengahadapi keadaan tersebut diperlukan kesigapan dalam melakukan pertolongan pertama, cara cara yang dapat dipakai untuk melakukan per tolongan diantaranya:
  1. jangan cepat-cepat menghangatkan korban dengan botol berisikan air panas atau api atau membaringkan di dekat pemanas.
  2. jangang menggosok-gosok tubuh penderita. Jika korban pingsan, baringkan dia dalam posisi terlentang.
  3. periksa saluran pernafasan, pernafasan, dan denyut nadi.
  4. berikan pernafasan buatan dari mulut dan menekan dada.
  5. pindahkan ke tempat kering yang teduh. Ganti pakaian basah dengan pakaian kering yang hangat, selimuti untuk mencegah kedinginan.
  6. jika tersedia, gunakan bahan tahan angin, seperti alumunium foil atau plastik untuk perlindungan lebihlanjut.
  7. jika penderita sadar, berikan minuman hangat jangan memberikan minuman alkohol.
  8. Segeralah cari bantuan medis.

PERTOLONGAN PERTAMA PADA PINGSAN



Pingsan adalah dimana keadaan kesadaran otak menurun , penyebabnya bisa berbagai macam factor yaitu :

1. Pingsan karena kelainan jantung
2. Pingsan karena kelelahan akbibat kehabisan energi ( telat makan atau kelaparan)
3. Pingsan akibat emosional berlebih atau kaget, shock
4. Pingsan akibat penyakit diabetes
5. Pingsan akibat dehidrasi (kekurangan cairan)
6. Pingsan akibat suhu yang terlalu panas,atau dingin
7. Pingsan karena acting alias caper alias pura pura
Gejala dan tanda Pingsan secara umum meliputi:
1. Perasaan limbung.
2. Pandangan berkunang-kunang dan telinga berdenging.
3. Lemas, keluar keringat dingin.
4. Menguap.
5. Dapat menjadi tidak ada respon, yang biasanya berlangsung hanya beberapa menit.
6. Denyut nadi lambat.
Penanganan pingsan secara umum adalah  :
1. Baringkan penderita dengan tungkai ditinggikan.
2. Longgarkan pakaian.
3. Usahakan penderita menghirup udara segar.
4. Periksa cedera lainnya.
5. Beri selimut, agar badannya hangat.
6. Bila pulih, usahakan istirahatkan beberapa menit.
7. Bila tidak cepat pulih, maka:
8. periksa napas dan nadi.
9. posisikan stabil.
10. bawa ke fasilitas kesehatan
Berikut adalah cara penanganan nya menurut
1. Pingsan karena kelainan jantung ini adalah pingsan yang berbahaya. Bisa menyebabkan kematian diperkirakan 2x lipat lebih beresiko dalam satu tahun kedepan dibanding kan yang punya kelainan jantung tapi tidak sering p[ingsan( wow ) kalo yang ini mesti segera dibawa ke dokter buat diperiksa.Akibat kelainan jantung (cardiac syncope) dan penyebab bukan kelainan jantung. Pembagian ini sangat penting, karena berhubungan dengan tingkat risiko kematian selanjutnya seperti yang telah disebut di atas. Sejak awal langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyingkirkan ada tidaknya kelainan jantung yang mendasari.Bisa diduga kemungkinan kelainan jantung yang mendasari. Riwayat penyakit jantung apapun sebelumnya, pingsan yang terjadi saat aktivitas ekstra berat, atau malah sebaliknya saat santai dalam posisi tidur, diawali dengan berdebar-debar, sering sesak napas sebelumnya, dan riwayat keluarga meninggal mendadak, semuanya menjurus ke penyebab dari jantung. Ada dua kelainan jantung yang sering menjadi penyebab pingsan.Pertama adanya hambatan pada aliran darah di pompa jantung. Seperti pada pompa air yang katupnya rusak, fungsi pompa jantung pun bisa terganggu dan volume darah yang dihasilkan menurun.Penurunan jumlah darah yang dikeluarkan oleh jantung ini akan menyebabkan penurunan perfusi otak dan memicu pingsan. Hal ini terjadi pada kondisi penyempitan katup- katup jantung, kelainan otot jantung, penumpukan cairan di selaput jantung, tumor dalam jantung, dan lain-lain.

2. Pingsan karena kelelahan
,
telat makan, ini menurut penelitian 5 dari 10 orang sampel membuktikan bahwa penyebab utama mereka pingsan. penanganannya relatif mudah ga usah panik :
 pertama : untuk memulihkan kesadaran , baringkan pasien di tempat yang benar benar luas supaya banyak menghirup oksigen,( misal dibawah pohon yang teduh, dengan catatan usahakan posisi kaki lebih tinggi sedikit dari kepala
 kedua : longgarkan segala bentuk yang membuat badan terasa tertekan ( seperti sabuk, sepatu , baju atau kaos kaki)
 ketiga :coba kasih perangsang berupa alkohol 70% yang diteteskan ke kapas atu sapu tangan kemudian oleskan ke hidung.karena kandungan alkohol diharapkan akan membantu meningkatkan kerja jantung sehingga aliran darah ke otak bisa lebih lancar. ( tapi jangan diminum ya.. apa lagi ampe mabuk ) :D
 keempat : setelah sadar baru beri air gula karena kandungan glukosa cukup membantu membentuk energi yang cepat diproses oleh tubuh.
kelima  : alangkah lebih baik apabila diberi oksigen langsung.

3. Untuk keseluruhan kriteria pingsan penanganan tersebut bisa dilakukan. untuk yang diakibatkan dehidrasi setelah siuman segera beri minuman yang mengandung elektrolit atau air putih hangat dsb yang diharapkan bisa cepat mengganti cairan yang hilang.

4. Pingsan karena emosi dan ketakutan itu tidak akan lama setelah penanganan 1 - 2 dilakukan..
5. Pingsan karena kedinginan usahakan cukup beri kehangatan baik berupa selimut , kompres air hangat dan minum air hangat.
6. Pingsan karena caper ini yang paling mudah... cukup beri aroma kaos kaki yang bau saja  nanti dia akan siuman dengan segera  :D

Tetapi bila dalam waktu 10 menit penderita belum mulai sadar, segeralah panggil ambulan atau dokter.

nah jadi ga usah panik ya jika kebetulan menghadapi orang yang pingsan.. :)


Kamis, 23 Januari 2014

Pertolongan Pertama pada Patah Tulang


Alat gerak yang terdiri dari tulang, sendi, jaringan ikat dan otot pada manusia sangat penting. Setiap cedera atau gangguan yang terjadi pada sistem ini akan mengakibatkan terganggunya pergerakan seseorang untuk sementara atau selamanya. Gangguan yang paling sering dialami pada cedera otot rangka adalah patah tulang. Pengertian patah tulang ialah terputusnya jaringan tulang, baik seluruhnya atau hanya sebagian saja.
Penyebab
Pada dasarnya tulang itu merupakan benda padat, namun masih sedikit memiliki kelenturan. Bila teregang melampau batas kelenturannya maka tulang tersebut akan patah. Cedera dapat terjadi sebagai akibat:
  1. Gaya langsung. Tulang langsung menerima gaya yang besar sehingga patah.
  2. Gaya tidak langsung. Gaya yang terjadi pada satu bagian tubuh diteruskan ke bagian tubuh lainnya yang relatif lemah, sehingga akhirnya bagian lain iilah yang patah. Bagian yang menerima benturan langsung tidak mengalami cedera berarti
  3. Gaya puntir. Selain gaya langsung, juga tulang dapat menerima puntiran atau terputar sampai patah. Ini sering terjadi pada lengan.
Mekanisme terjadinya cedera harus diperhatikan pada kasus-kasus yang berhubungan dengan patah tulang. Ini dapat memberikan gambaran kasar kepada kita seberapa berat cedera yang kita hadapi.
Gejala dan Tanda Patah Tulang
Mengingat besarnya gaya yang diterima maka kadang kasus patah tulang gejalanya dapat tidak jelas. Beberapa gejala dan tanda yang mungkin dijumpai pada patah tulang:
  1. Terjadi perubahan bentuk pada anggota badan yang patah. Seing merupakan satu-satunya tanda yang terlihat. Cara yang paling baik untuk menentukannya adalah dengan membandingkannya dengan sisi yang sehat.
  2. Nyeri di daerah yang patah dan kaku pada saat ditekan atau bila digerakkan.
  3. Bengkak, disertai memar / perubahan warna di daerah yang cedera.
  4. Terdengar suara berderak pada daerah yang patah (suara ini tidak perlu dibuktikan dengan menggerakkan bagian cedera tersebut).
  5. Mungkin terlihat bagian tulang yang patah pada luka.
Pembagian Patah Tulang
Berdasarkan kedaruratannya patah tulang dibagi menjadi 2 yaitu:
  1. Patah tulang terbuka
  2. Patah tulang tertutup
Yang membedakannya adalah lapisan kulit di atas bagian yang patah. Pada patah tulang terbuka, kulit di permukaan daerah yang patah terluka. Pada kasus yang berat bagian tulang yang patah terlihat dari luar. Perbedaannya adalah jika ada luka maka kuman akan dengan mudah sampai ke tulang, sehingga dapat terjadi infeksi tulang. Patah tulang terbuka termasuk kedaruratan segera.
Pembidaian
Penanganan patah tulang yang paling utama adalah dengan melakukan pembidaian. Pembidaian adalah berbagai tindakan dan upaya untuk mengistirahatkan bagian yang patah.
Tujuan pembidaian
  1. Mencegah pergerakan/pergeseran dari ujung tulang yang patah.
  2. Mengurangi terjadinya cedera baru disekitar bagian tulang yang patah.
  3. Memberi istirahat pada anggota badan yang patah.
  4. Mengurangi rasa nyeri.
  5. Mempercepat penyembuhan
Beberapa macam jenis bidai:
1. Bidai keras
Umumnya terbuat dari kayu, alumunium, karton, plastik atau bahan lain yang kuat dan ringan. Pada dasarnya merupakan bidai yang paling baik dan sempurna dalam keadaan darurat. Kesulitannya adalah mendapatkan bahan yang memenuhi syarat di lapangan. Contoh: bidai kayu, bidai udara, bidai vakum.
2. Bidai traksi
Bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya, hanya dipergunakan oleh tenaga yang terlatih khusus, umumnya dipakai pada patah tulang paha. Contoh: bidai traksi tulang paha.
3. Bidai improvisasi.
Bidai yang dibuat dengan bahan yang cukup kuat dan ringan untuk penopang. Pembuatannya sangat tergantung dari bahan yang tersedia dan kemampuan improvisasi si penolong. Contoh: majalah, koran, karton dan lain-lain.
4. Gendongan/Belat dan bebat.
Pembidaian dengan menggunakan pembalut, umumnya dipakai mitela (kain segitiga) dan memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan daerah cedera. Contoh: gendongan lengan.
Pedoman umum pembidaian
Membidai dengan bidai jadi ataupun improvisasi, haruslah tetap mengikuti pedoman umum sebagai berikut:
  1. Sedapat mungkin beritahukan rencana tindakan kepada penderita.
  2. Sebelum membidai paparkan seluruh bagian yang cedera dan rawat perdarahan bila ada.
  3. Selalu buka atau bebaskan pakaian pada daerah sendi sebelum membidai, buka perhiasan di daerah patah atau di bagian distalnya.
  4. Nilai gerakan-sensasi-sirkulasi (GSS) pada bagian distal cedera sebelum melakukan pembidaian.
  5. Siapkan alat-alat selengkapnya.
  6. Jangan berupaya merubah posisi bagian yang cedera. Upayakan membidai dalam posisi ketika ditemukan.
  7. Jangan berusaha memasukkan bagian tulang yang patah.
  8. Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah. Sebelum dipasang diukur lebih dulu pada anggota badan penderita yang sehat.
  9. Bila cedera terjadi pada sendi, bidai kedua tulang yang mengapit sendi tersebut. Upayakan juga membidai sendi distalnya.
  10. Lapisi bidai dengan bahan yang lunak, bila memungkinkan.
  11. Isilah bagian yang kosong antara tubuh dengan bidai dengan bahan pelapis.
  12. Ikatan jangan terlalu keras dan jangan longgar.
  13. Ikatan harus cukup jumlahnya, dimulai dari sendi yang banyak bergerak, kemudian sendi atas dari  tulang yang patah.
  14. Selesai dilakukan pembidaian, dilakukan pemeriksaan GSS kembali, bandingkan dengan pemeriksaan GSS yang pertama.
  15. Jangan membidai berlebihan.
Pertolongan cedera alat gerak
  1. Lakukan penilaian dini. Kenali dan atasi keadaan yang mengancam jiwa. Jangan terpancing oleh cedera yang terlihat berat.
  2. Lakukan pemeriksaan fisik.
  3. Stabilkan bagian yang patah secara manual, pegang sisi sebelah atas dan sebelah bawah cedera. Jangan sampai menambah rasa sakit penderita.
  4. Paparkan seluruh bagian yang diduga cedera.
  5. Atasi perdarahan dan rawat luka bila ada.
  6. Siapkan semua peralatan dan bahan untuk membidai.
  7. Lakukan pembidaian.
  8. Kurangi rasa sakit dengan cara mengistirahatkan bagian yang cedera, mengompres es pada bagian yang cedera (khususnya pada patah tulang tertutup) dan membaringkan penderita pada posisi yang nyaman

Sabtu, 18 Januari 2014

Cardiovaskuler

PERTOLONGAN PERTAMA PADA PENDARAHAN

Ada yang pernah mengalami perdarahan karena teriris pisau dan lain- lainya? kalo belum pernah, mari kita belajar bersama tentang pertolongan pertama pada perdarahan. Pendarahan  berat  maupun  ringan  jika  tidak  segera dirawat  bisa  berakibat  fatal.  Bila  pendarahan  terjadi, penting  bagi  penolong  untuk  menghentikannya secepat  mungkin untuk mencegah hilangnya darah dalam jumlah yang besar.pendarahan yang berasal dari pembuluh vena darahnya mengalir merembes sedangkan yang memancar adalah darah dari pembuluh arteri.    Ada  dua  jenis  pendarahan yaitu pendarahan  luar  (external bleeding/ perdarahan yang tampak dipermukaan tubuh)  dan pendarahan  dalam  ( internal bleeding / pendarahan  yang tak nampak karena terjadi pada organ dalam tubuh kita). Pendarahan  dalam  lebih  berbahaya  dan  lebih  sulit untuk  diketahui  daripada  pendarahan  luar sehingga perlu mengetahui tanda-tanda yang harus diketahui ( ada riwayat trauma atau penyakit vasculer seperti aneurisma, nadi cepat dan lemah; tekanan darah turun; memar permukaan, pucat dll). Berikut ini akan kita bahas satu persatu cara pertolongan pertama yang dapat kita lakukan:

A. Cara penanganan pendarahan dalam
  • Baringkan  korban  dengan  nyaman  dan longgarkan pakaiannya yang ketat.
  • Angkat  dan  tekuk  kakinya,  kecuali  ada  bagian yang retak.
  • Jangan memberi makanan atau minuman (pada kondisi tidak sadar penuh dapat terjadi aspirasi atau masuknya makanan atau minuman pada saluran pernafasan).
  • Periksa korban setiap saat kalau dia mengalami syok (nadi cepat lemah atau tidak teraba, tekanan darah turun).
  •  Segera cari bantuan medis.

B. Cara  penanganan  pendarahan  luar  (external bleeding)
            Pada pendarahan darah luar berarti terdapat luka yang terbuka
  • Periksa  apakah  luka  berisi  benda  asing  atau tulang  yang  menonjol.
  •  Jika  ada,  jangan sentuh  luka;  gunakanlah  bantalan  pengikat ( bisa dibuat dari beberapa lapis kain atau perban;  diletakkan  diatas perban  agar  menekan, menambah  daya  serap cairan  serta  melindungi luka).
  • Jika  luka  tidak  disertai  tulang  yang  menonjol, segera  tekan  bagian  tubuh  yang  terluka. 
  • Posisikan bagian yang berdarah lebuh tinggi dari jantung, agar aliran terhambat.
  • Jika  tidak  ada  pembalut  yang  steril,  gunakan gumpalan  kain  atau  baju  bersih  atau  tangan untuk  mengontrol  pendarahan  sampai menemukan  pembalut  dan  bantalan  yang steril.
  •  Jika korban dapat menekan sendiri, suruh korban  menekan  lukanya,  untuk  mengurangi risiko infeksi silang.
  • Balut luka dengan erat tetapi tidak sangat ketat untuk mencegah iskemia jaringan yang parah dan berakibat pada amputasi.
  • Angkat bagian tubuh yang terluka, lebih tinggi dari posisi jantung korban.
  • Jika  darah  membasahi  pembalut, tambahkan pembalut lagi diatasnya (jangan melepas balutan awal karena telah terbentuk pembekuan darah) 
  •  Walaupun pendarahan  telah  berhenti,  jangan  terburu-buru  melepaskan  pembalut,  bantalan  atau perban untuk menghindari terjadinya hal yang tak terduga.
  • Periksa  korban  setiap  saat    kalau-kalau  dia mengalami syok (shock).
  • SEGERA cari bantuan medis.
Titik Tekan Pada Tubuh
1.  Lengan : dibagian lengan dalam tengah diantara bahu dan siku
2. Kaki : Titik tengah lipatan antara paha dan badan (penekanan urat nadi pada tulang memperlambat aliran darah)

Pertolongan Darurat Untuk Sesama


Pertolongan Darurat


Jika Terjadi Kecelakaan
Jika Anda mendengar teriakan atau melihat darah, berarti ada suatu kecelakaan, atau seseorang sedang mengalami gangguan kesehatan yang dapat mengancam nyawa mereka dan kemungkinan ada seseorang yang terluka. Anda menyadari ia butuh pertolongan, dan Anda berada paling dekat dengannya. Sadarilah bahwa tindakan pertolongan Anda selama beberapa menit ke depan bisa menjadi penentu.


Jangan panik. Cobalah mengetahui seberapa serius keadaanya secara cepat. Ini akan mempermudah Anda dalam bertindak cepat untuk menolongnya, apa pun bentuk pertolongan yang dibutuhkannya.

Jangan Panik Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan seberapa baik Anda dapat mencegah cideranya atau sakitnya bertambah parah. Yang paling penting sebelum melakukan penanganan adalah memindahkan korban ke tempat yang aman dan nyaman  bila situasinya membahayakan. Anda harus mengetahui penyebab kecelakaan dan menghentikannya, seperti berupa penghentian crane, pemadaman api, atau pemindahan mesin bila merupakan kecelakaan lalu lintas . Maka, jangan panik, namun tetap waspada!

Pertolongan Darurat Pada Kecelakan

Bila Anda mengetahui bahwa korban membutuhkan pertolongan secepatnya, penting bagi Anda untuk mengetahui keadaan sirkulasi saluran pernapasan:
A. Saluran pernapasan korban jangan sampai terhalang.
B. Bila korban tidak bernapas, segera lakukan pernapasan buatan.
C. Bila tidak ada denyut nadi, lakukan Resusitasi Jantung Paru-RJP (Cardio Pulmonary Resuscitation-CPR).
Untuk panduan lebih jelas, silakan lihat di Resusitasi Jantung Paru-RJP (Cardio Pulmonary Resuscitation-CPR).

Cari Bantuan Bila DiperlukanAnda harus bisa menentukan apakahAnda bisa menangani korban sendirian. Bila Anda merasa memerlukan bantuan, carilah bantuan secepatnya. Bertindaklah secara tenang sambil menilai situasi. Jangan lupa untuk melakukan pertolongan pertama secara terus­-menerus dan dampingi korban sampai bantuan datang.
Selalu simpan nomor-nomor telpon penting di tempat yang mudah dilihat.



By: Aniqoh